Jangan pernah kamu tertawa dihadapan cinta yang menangis, sesungguhnya cinta itu kan menertawakanmu disaat kamu menangis karena cinta(RH)
Pendahuluan
1. Hakikat Ilmu Sosial Dasar
Ilmu Sosial Dasar (ISD) membicarakan hubungan timbal balik antara manusia dengan lingkungannya. Hubungan ini dapat diwujudkan kenyataan sosial dan kenyataan sosial inilah yang menjadi titik perhatiannya. Dengan Demikian Ilmu Sosial Dasar memberikan pengetahuan umum dan pengetahuan dasar tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk melengkapi gejala-gejala sosial agar daya tanggap, persepsi, dan penalaran kita dalam menghadapi lingkungan sosial. Ilmu sosial bukanlah suatu bidanmg keahlian ilmu-ilmu sosial tertentu, seperti politik, antropologi dan sebagainya, tetapi menggunakan pengertian-pengertian berasal dari berbagai bidang ilmu sosial seperti ilmu politik, sosiologi, sejarah dan sebagainya.
(http://muchad.com/teori-ilmu-sosial-hakikat-tujuan-ilmu-sosial-dasar.html).
2. Ilmu Sosial Dasar sebagai mata kuliah umum di Pendidikan Tinggi
Ilmu Sosial dasar adalah salah satu Mata kuliah Umum yang diajarkan di perguruan tinggi, baik itu perguruan tinggi negeri maupun perguruan tinggi swasta. Adapun tujuan perguruan tinggi memasukkan Ilmu social dasar sbagai bahan ajar matakuliah umum adalah sebagai berikut :
1. Membantu perkembangan wawasan pemikiran dan kepribadian agar memperoleh wawasan pemikiran yang lebih luas.
2. Memberikan keahlian dalam bidangnya dan kemampuan menerapkan keahlian itu dalam masyarakat.
3. Memahami dan menyadari kenyataan-kenyataan social dan masalah-masalah yang ada didalam masyarakat
4. Peka terhadap masala-masalah social dan tanggap untuk ikut serta dalam usaha-usaha menanggulanginya
5. Menyadari bahwa setiap masalah social yang timbul dalam masyarakat slalu bersifat kompleks dan hanya mendekatinya dan mempelajarinya secar kritis dan interdisipliner
Berikut adalah MKDU/ Mata Kuliah Dasar Umum yang terdiri atas mata kuliah:
- Pancasila
- Agama
- Kewiraan
- Pendidikan Sejarah Perjuangan Bangsa
- Ilmu Alamiah Dasar (IAD)
- Ilmu Sosial Dasar (ISD)
- Ilmu Budaya Dasar (IBD)
Secara Spesifik kemampuan pribadi yang hendak di capai melalui MKDU bertujuan menghasilkan warga Negara Sarjana yang berkualifikasi sebagai berikut:
- Taqwa kepada tuhan yang maha esa , bersikap dan bertindak sesuai dengan ajaran agamanya, dan memilki tenggang rasa terhadap pemeluk agama lain
- Berjiwa Pancasila sehingga segal keputusan serta tindakannya mencerminkan nilai-nilai pancasila dan memiliki Integritas kepribadian yang tinggi, yang mendahulukan kepentingan nasional dan kemanusiaan sebagai sarjana Indonesia.
- Memiliki wawasan sejarah perjuangan bangsa, sehingga dapat memperkuat semangat kebangsaan, mempertebal cinta tanah air, meningkatkan kesadaran berbangsa dan bernegara, Mempertinggi kebanggan nasional dan kemanusiaan sebagai sarjana Indonesia.
- Memiliki wawasan komprehensif dan pendekatan integral di dalam menyikapi permasalahan kehidupan, baik social, ekonomi, politik, pertahanan keamanan maupun kebudayaan.
- Memiliki wawasan budaya yang luas tentang kehidupan bermasyarakat dan secara bersama sama mampu berperan serta meningkatkan kualitasnya, maupun tentang lingkungan alamnya secara bersama sama serta di dalam pelestariannya.
3. Pengertian ISD
ISD adalah gabungan dari disiplin ilmu sosial yang digunakan dalam pendekatan dan pemecahan masalah sosial yang ada di lingkungan sekitar kita. ISD memberikan dasar – dasar pengetahuan tentang konsep untuk mengkaji gejala sosial.
4. Latar belakang ilmu sosial dasar
Latar belakang diberikannya mata kuliah ISD di perguruan tinggi, karena :
1. Banyaknya kritik yang ditunjukkan pada sistem pendidikan di perguruan tinggi bahwa sistem pendidikan yang diberikan masih berbau kolonial dan warisan sistem pendidikan pemerintah Belanda. Yang pendidikannya bertujuan untuk menghasilkan tenaga terampil untuk menjadi tukang yang mengisi birokrasi mereka.
2. Sistem pendidikannya masih tidak mengenali dimensi – dimensi lain di luar disiplin keilmuannya. Perguruan tinggi dianggap seolah – olah tidak peka terhadap lingkungan sekitarnya sertak perkembangan masyarakat.
Sedangkan tenaga ahli yang dihasilkan oleh perguruan tinggi diharapkan mempunyai tiga kemampuan, yaitu personal, akademis dan profesional.
Sedangkan tenaga ahli yang dihasilkan oleh perguruan tinggi diharapkan mempunyai tiga kemampuan, yaitu personal, akademis dan profesional.
1. Kemampuan personal
Tenaga ahli diharapkan memiliki pengetahuan sehingga menunjukkan sikap yang mencerminkan kepribadian Indonesia, mengenal dan memahami nilai agama, masyarakat, pancasila serta pandangan luas terhadap berbagai masalah masyarakat Indonesia.
2. Kemampuan akademik
Kemampuan untuk berkomunikasi secara ilmiah baik lisan maupun tulisan dan mampu berpikir logis, kritis, sistematis dan analitis. Memiliki kemampuan untuk mengedintifikasi dan merumuskan masalah yang sedang dihadapi.
Kemampuan untuk berkomunikasi secara ilmiah baik lisan maupun tulisan dan mampu berpikir logis, kritis, sistematis dan analitis. Memiliki kemampuan untuk mengedintifikasi dan merumuskan masalah yang sedang dihadapi.
3. Kemampuan profesional
Kemampuan dalam bidang profesi tenaga ahli yang bersangkutan. Dan mereka diharapkan memiliki kemampuan dan keterampilan yang tinggi dalam profesinya.
6. Masalah sosial dan ilmu sosial dasar
Masalah yang dihadapi tidaklah sama, disebabkan karena perbedaan tingkat perkembangan kebudayaan masyarakat dan keadaan lingkungan alam. Masalah tersebut dapat berupa sosial, politik, moral dll. Yang membedakan masalah ini ada hubungannya dengan nilai moral dan pranata sosial.
1. Menurut masyarakat, segala sesuatu yang menyangkut kepentingan umumadalah masalah sosial.
2. Menurut para ahli, suatu kondisi yang terwujud dalam masyarakat berdasarkan atas studi, mempunyai sifat yang menimbulkan kekacauan.
Masalah sosial muncul sejak peradaban manusia karena dianggap mengganggu kesejahteraan hidup. Dan membuat masyarakat untuk mengedintifikasi, menganalisa cara untuk mengatasinya
Dalam kehidupan manusia yang bersetatus sebagai makhluk sosial, manusia selalu dihadapkan pada berbagai masalah sosial. Masalah sosial pada hakikatnya merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia karena masalah sosial telah terwujud sebagai hasil kebudayaan manusia itu sendiri, sebagai akibat dari hubungan-hubungannya dengan sesama manusia lainnya. Masalah-masalh sosial pada setiap masyarakat manusia berbeda satu sama lain karena adanya tingkat perkembangan kebudayaan dan masyarakatnya yang berbeda serta lingkungan alamnya. Masalh-masalh tersebut terwujud sebagai: masalh sosial, masalah moral, masalah politik, masalah agama dan masalah lainnya.
Kemampuan dalam bidang profesi tenaga ahli yang bersangkutan. Dan mereka diharapkan memiliki kemampuan dan keterampilan yang tinggi dalam profesinya.
5. Ruang lingkup pembahasan
Ada 2 masalah yang dipakai sebagai pertimbangan untuk menentukan ruang lingkup pembahasan mata kuliah ISD.
Ada 2 masalah yang dipakai sebagai pertimbangan untuk menentukan ruang lingkup pembahasan mata kuliah ISD.
1. Berbagai aspek yang merupakan suatu masalah sosial yang dapat ditanggapi dengan pendekatan sendiri atau pendekatan gabungan antar bidang.
2. Adanya keragaman golongan dan kesatuan sosial lain dalam masyarakat.
Berdasarkan ruang lingkup di atas masih perlu penjabaran untuk bisa dioperasionalkan ke pokok bahasan dan sub pokok bahasan. Yaitu :
1. Mempelajarai adanya berbagai masalah kependudukan dan hubungan dengan perkembangan masyarakat dan kebudayaan.
2. Mempelajari adanya masalah individu dan masyarakat.
3. Mengkaji masalah kependudukan dan sosialisasi.
4. Mempelajari hubungan antar warga negara dan negara.
5. Mempelajari hubungan antara pelapisan sosial dan persamaan derajat.
6. Mempelajari masalah yang dihadapi masyarakat pedesaan
2. Adanya keragaman golongan dan kesatuan sosial lain dalam masyarakat.
Berdasarkan ruang lingkup di atas masih perlu penjabaran untuk bisa dioperasionalkan ke pokok bahasan dan sub pokok bahasan. Yaitu :
1. Mempelajarai adanya berbagai masalah kependudukan dan hubungan dengan perkembangan masyarakat dan kebudayaan.
2. Mempelajari adanya masalah individu dan masyarakat.
3. Mengkaji masalah kependudukan dan sosialisasi.
4. Mempelajari hubungan antar warga negara dan negara.
5. Mempelajari hubungan antara pelapisan sosial dan persamaan derajat.
6. Mempelajari masalah yang dihadapi masyarakat pedesaan
Pokok Bahasan ISD
1. Pengertian, latar belakang serta ruang lingkup pembahasan.
2. Sekilas tentang ilmu2 sosial, IPS, ilmu sosial, dan ISD.
3. Penduduk, masyarakat dan kebudayaan.
4. Individu, keluarga, dan masyarakat.
5. Pemuda dan sosialisasi serta peranan pemuda dalam pembangunan masyarakat.
6. Peranan pendidikan dlm pembangunan.
7. Warga negara dan negara.
8. Pelapisan sosial desa, kesamaan derajat.
9. Desa, masyarakat kota dan pembangunan pedesaan.
10. Kota, masyarakat kota, dan pembangunan perkotaan.
11. Pertentangan-pertentangan sosial.
12. Integrasi sosial dan integrasi nasional.
13. Pembangunan dan perubahan sosial.
14. Ilmu pengetahuan, teknologi dan kemiskinan.
http://sulfikar.com/ilmu-sosial-dasar-defenisi-kuliah-i.html
6. Masalah sosial dan ilmu sosial dasar
Masalah yang dihadapi tidaklah sama, disebabkan karena perbedaan tingkat perkembangan kebudayaan masyarakat dan keadaan lingkungan alam. Masalah tersebut dapat berupa sosial, politik, moral dll. Yang membedakan masalah ini ada hubungannya dengan nilai moral dan pranata sosial.
1. Menurut masyarakat, segala sesuatu yang menyangkut kepentingan umumadalah masalah sosial.
2. Menurut para ahli, suatu kondisi yang terwujud dalam masyarakat berdasarkan atas studi, mempunyai sifat yang menimbulkan kekacauan.
Masalah sosial muncul sejak peradaban manusia karena dianggap mengganggu kesejahteraan hidup. Dan membuat masyarakat untuk mengedintifikasi, menganalisa cara untuk mengatasinya
Dalam kehidupan manusia yang bersetatus sebagai makhluk sosial, manusia selalu dihadapkan pada berbagai masalah sosial. Masalah sosial pada hakikatnya merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia karena masalah sosial telah terwujud sebagai hasil kebudayaan manusia itu sendiri, sebagai akibat dari hubungan-hubungannya dengan sesama manusia lainnya. Masalah-masalh sosial pada setiap masyarakat manusia berbeda satu sama lain karena adanya tingkat perkembangan kebudayaan dan masyarakatnya yang berbeda serta lingkungan alamnya. Masalh-masalh tersebut terwujud sebagai: masalh sosial, masalah moral, masalah politik, masalah agama dan masalah lainnya.
Yang membedakan masalah-masalah sosial dari masalah lainnya adalah masalah-masalah sosial selalu ada kaitannya yang dekat dengan nilai-nilai moral dan pranata-pranata sosial, serta selalu ada kaitannyadengan hubungan-hubungan manusia dan dengan konteks normatif dimana hubungan-hubungan manusia itu terwujud
Pengertian masalah sosial ada dua, pertama pendefinisian menurut umum dan kedua menurut para ahli. Menurut umum atau warga msyarakat bahwa segala sesuatu yang menyangkut kepentingan umum adalah masal;ah sosial. Menurut para ahli masalah sosial adalah suatu kondosi atau perkembangan yang terwujud dalam masyarakat yang berdasarakan studi mereka yang mempunyai sifat dapat menimbulkan kekacauan terhadap kehidupan warga masyarakat secara keseluruhan.
Ilmu sosial dasar bukanlah suatu disiplin ilmu pengetahuan yang berdiri sendiri, tetapi hanyalah suatu pengetahuan mengenai aspek yang paling dsasar yang ada dalam kehidupan manusia sebagai makhluk sosial dan maslah-masalah yang terwujud daripadanya. Istilah pengetahuan mempunyai engetahuan yang menunjuan adanya kelonggaran dalam batas dan kerangka berfikir dan penalaran, maka istilah ilmu pengetahuan telah digunakan karena mencakup suetu pengertian mengenai suatu sistem berfikir dan penalaran yang mempunyai suatu kerangaka pendekatan mengenai masalah-masalah yang menjadi asasaran perhatiannya.
Ilmu sosial dasar menyajikan suatu pemahaman mengenai hakikat manusia sebagai makhluk sosial dam masalah-malahnya dengan menggunakan suatu kerangka pendekatan yang melihat sasaran studinya tersebut sebagai suatu masalah obyektif dan juga menggunakan kacamata subyetif. Dengan menggunakan kacamata obyektif, berarti konsep-konsep dan teori-teori berkenaan dengan hakikat manusia dan masalah-masalahnya yang telah dikembangkan dalam ilmu-ilmu sosila akan digunakan sedangkan dengan menggunakankacamata subyektif, maka masalah-masalah yang dibahas tersebut akan dikaji menurut perspektif masyarakat yang bersangkutan, dan yang dibandingkan dengan pengkaji ilmu sosial dasar. Diharapkan dengan gabungan kacamata obyektif dan subyektif ini, akan mewujudkan adanya kepekaan mangenai masalah-masalah sosial yang disertai denagn penuh rasa tanggung jawab dalam kedudukannya sebagai warga masyarakat ilmiah, warga masyarakat dan negara Indonesia.
Ilmu sosial dasar menyajikan suatu pemahaman mengenai hakikat manusia sebagai makhluk sosial dam masalah-malahnya dengan menggunakan suatu kerangka pendekatan yang melihat sasaran studinya tersebut sebagai suatu masalah obyektif dan juga menggunakan kacamata subyetif. Dengan menggunakan kacamata obyektif, berarti konsep-konsep dan teori-teori berkenaan dengan hakikat manusia dan masalah-masalahnya yang telah dikembangkan dalam ilmu-ilmu sosila akan digunakan sedangkan dengan menggunakankacamata subyektif, maka masalah-masalah yang dibahas tersebut akan dikaji menurut perspektif masyarakat yang bersangkutan, dan yang dibandingkan dengan pengkaji ilmu sosial dasar. Diharapkan dengan gabungan kacamata obyektif dan subyektif ini, akan mewujudkan adanya kepekaan mangenai masalah-masalah sosial yang disertai denagn penuh rasa tanggung jawab dalam kedudukannya sebagai warga masyarakat ilmiah, warga masyarakat dan negara Indonesia.
7. PENDUDUK, MASYARAKAT DAN KEBUDAYAAN
Peningkatan julah penduduk/kelebihan penduduk sebab kemajuan ilmu pengetahuan khususnya ilmu kedokteran, sehingga kesehatan penduduk lebih terjamin dan tingkat kematian bayi rendah. Akibatnya, banyak terjadi pengangguran dan banyak tindak kriminalitas
Jenis kelebihan penduduk
Peningkatan julah penduduk/kelebihan penduduk sebab kemajuan ilmu pengetahuan khususnya ilmu kedokteran, sehingga kesehatan penduduk lebih terjamin dan tingkat kematian bayi rendah. Akibatnya, banyak terjadi pengangguran dan banyak tindak kriminalitas
Jenis kelebihan penduduk
1. Kelebihan penduduk yang absolute, yaitu bila suatu daerah dalam waktu tertentu tidak dapat memberikan kebutuhan hidup bagi manusia yang berdomisili.
2. Kelebihan penduduk yang relative, yaitu suatu daerah dalam waktu tertentu kebutuhan hidup yang ada sudah tidak sesuai dengan kemajuan ekonomi dan perkembangan social.
Kekurangan penduduk disebabkan penduduk lebih mengutamakan karir dan mampu menyeimbangkan jumlah penduduk. Akibatnya kekurangan tenaga kerja.
Pendidikan
Sebab :
1. kemiskinan
2. trikat dalam kerja rumah tangga
3. tidak memiliki sekolah dasar
Kesehatan
Sebab :
1. kebutaan dan anemia
2. Tuberkulosis
3. cacingan
4. Lepra
Kekurangan Gizi : kekurangan Vit.A dan protein hewani.
Usaha mengatasi penduduk dunia
Langkah-langkah :
1. menyeimbangkan jumlah penduduk
2. konsumsi sumber daya dan pembangkit polusi harus dikurangi
3. penyelenggaraan pendidikan dan pengadaan fasilitas kesehatan
4. peningkatan produksi bahan pangan
5. penyuburan dan perlindungan tanah untuk mencegah erosi.
Masalah penduduk di Indonesia
1. Rapat penduduk
2. Penyebaran penduduk
3. Tingkat pendidikan masyarakat yang rendah
Kebijaksanaan Kependudukan
Adalah kebijaksanaan suatu Negara yang menyangkut kemakmuran penduduk
Tujuan : untuk dapat tercapai kesejahteraan penduduk dalam arti yang luas, terutama keseimbangan antara jumlah penduduk dengan hasil pembangunan.
Usaha untuk mengimbanginya:
1. Preservasi : perbaikan kualitas hasil bumi
2. restorasi : pemeliharaan sumber-sumber biotic dengan mencegah penyakit tanaman dan hewan
3. Benefisiasi : memelihara kelangsungan fungsi sumber-sumber alam
4. Reklamasi : Penambahan hasil pertanian dengan mengubah tanah improduktif menjadi produktif.
Usaha yang dilakukan :
1. ekstensifikasi pertanian : memperluas area pertanian dengan forest clearing.
2. intensifikasi pertanian : pemupukan, pengairan, pemilihan bibit unggul, tersering, rotasi tanaman.
3. Transmigrasi : perpindahan penduduk dari daerah yang padat penduduknya ke daerah yang kuran padat
Macam” transmigrasi : transmigrasi umum, sektoral, spontan, bedol desa.
Kekurangan penduduk disebabkan penduduk lebih mengutamakan karir dan mampu menyeimbangkan jumlah penduduk. Akibatnya kekurangan tenaga kerja.
Pendidikan
Sebab :
1. kemiskinan
2. trikat dalam kerja rumah tangga
3. tidak memiliki sekolah dasar
Kesehatan
Sebab :
1. kebutaan dan anemia
2. Tuberkulosis
3. cacingan
4. Lepra
Kekurangan Gizi : kekurangan Vit.A dan protein hewani.
Usaha mengatasi penduduk dunia
Langkah-langkah :
1. menyeimbangkan jumlah penduduk
2. konsumsi sumber daya dan pembangkit polusi harus dikurangi
3. penyelenggaraan pendidikan dan pengadaan fasilitas kesehatan
4. peningkatan produksi bahan pangan
5. penyuburan dan perlindungan tanah untuk mencegah erosi.
Masalah penduduk di Indonesia
1. Rapat penduduk
2. Penyebaran penduduk
3. Tingkat pendidikan masyarakat yang rendah
Kebijaksanaan Kependudukan
Adalah kebijaksanaan suatu Negara yang menyangkut kemakmuran penduduk
Tujuan : untuk dapat tercapai kesejahteraan penduduk dalam arti yang luas, terutama keseimbangan antara jumlah penduduk dengan hasil pembangunan.
Usaha untuk mengimbanginya:
1. Preservasi : perbaikan kualitas hasil bumi
2. restorasi : pemeliharaan sumber-sumber biotic dengan mencegah penyakit tanaman dan hewan
3. Benefisiasi : memelihara kelangsungan fungsi sumber-sumber alam
4. Reklamasi : Penambahan hasil pertanian dengan mengubah tanah improduktif menjadi produktif.
Usaha yang dilakukan :
1. ekstensifikasi pertanian : memperluas area pertanian dengan forest clearing.
2. intensifikasi pertanian : pemupukan, pengairan, pemilihan bibit unggul, tersering, rotasi tanaman.
3. Transmigrasi : perpindahan penduduk dari daerah yang padat penduduknya ke daerah yang kuran padat
Macam” transmigrasi : transmigrasi umum, sektoral, spontan, bedol desa.
Migrasi adalah Perpindahan penduduk yang melintasi batas administrasi misalnya : kelurahan, kabupaten, kota , Negara.
Rumus tingkat migrasi : (jumlah dalam 1th/jumlah penduduk) x 1000
Pembagian kerja dalam masyarakat
Kurangnya kesempatan kerja
Sebabnya :
1. pertumbuhan penduduk
2. lambatnya perkembangan dalam bidang pertanian.
Akibatnya yaitu pengangguran, arus urbanisasi
Solusinya membuka lowongan pekerjaan yang luas.
Hubungan manusia dengan kebudayaan
Dari sudut pandang antropologi :
1. Manusia sebagai makhluk biologi
2. manusia sebagai mahluk social budaya
Hubungan masyarakat dengan keudayaan
-Manusia, masyarakat dan kebudayaan merupakan satu kesatuan yang utuh
-Masyarakat tidak dapat dipisahkan dengan manusia karena manusia hidup bermasyarakat.
Wujud kebudayaan menurut koenjtcaraningrat :
1. ide, gagasan, nilai”,norma, peraturan yang sifatnya abstrak dan tidak dapat diraba.
2. kelakuan berpola manuaia dalam masyarakat
3. Hasil karya manusia
Pranata
-Pranata social : system tata kelakuan dan hubungan yang berpusat pada aktivitas untuk memenuhi kompleks kebutuhan khusus dalam masyarakat.
-Agar kebutuhan terpenuhi maka dirumuskan norma” dalm masyarakat.
4 pengertian norma :
1. cara(usage)
Merupakan suatu perbuatan individu dengan individu lain dalam hubungan bermasyarakat.
2.kebiasaan(folkways )
perbuatan yang di ulang-ulang dan memiliki kekuatan yang besar disbanding cara.
Ex : menghormati orang yang lebih tua.
3. tata kelakuan (mores)
kebiasaan yang dilakukan dan dapat diterima sebagai nama” pengatur dalam masyarakat
4. Adat kebiasaan (custom)
Terjadi dari tata kelekuan yang kuat integrasinya dengan pola keprilakuan masyarakat.
Pranata social
a. asosiasi yang teroganisir contoh keluarga, Negara, serikat buruh.
b. Institusi adalah bentuk aturan dan prosedur atau system
Macam” Pranata :
a. Pranata yang bertujuan memenuhi kebutuhan kehidupan kekerabatan
Ex: perkawinan, pengasuhan anak.
b. Pranata yan bertujuan memenuhi kebutuhan manusia untuk mata pencaharian hidup. Ex: pertanian, peternakan, perikanan,industri
c. Pranata yng bertujuan memenuhi kebutuhan ilmiah manusia. Ex:penelitian, pendidikan ilmiah
d. Pranata yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pendidikan . ex: TK , SD ,SMP,SMA,pesantren
e. Pranata yang bertujuan untuk rekreassi. Ex : Seni
f. Pranata yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan yang brhubungan dengan Tuhan.
g. Pranata yang mengurus kebutuhan jasmaniah manusia. Ex : pemeliharaan kecantikan, kesehatan.
Rumus tingkat migrasi : (jumlah dalam 1th/jumlah penduduk) x 1000
Pembagian kerja dalam masyarakat
Kurangnya kesempatan kerja
Sebabnya :
1. pertumbuhan penduduk
2. lambatnya perkembangan dalam bidang pertanian.
Akibatnya yaitu pengangguran, arus urbanisasi
Solusinya membuka lowongan pekerjaan yang luas.
Hubungan manusia dengan kebudayaan
Dari sudut pandang antropologi :
1. Manusia sebagai makhluk biologi
2. manusia sebagai mahluk social budaya
Hubungan masyarakat dengan keudayaan
-Manusia, masyarakat dan kebudayaan merupakan satu kesatuan yang utuh
-Masyarakat tidak dapat dipisahkan dengan manusia karena manusia hidup bermasyarakat.
Wujud kebudayaan menurut koenjtcaraningrat :
1. ide, gagasan, nilai”,norma, peraturan yang sifatnya abstrak dan tidak dapat diraba.
2. kelakuan berpola manuaia dalam masyarakat
3. Hasil karya manusia
Pranata
-Pranata social : system tata kelakuan dan hubungan yang berpusat pada aktivitas untuk memenuhi kompleks kebutuhan khusus dalam masyarakat.
-Agar kebutuhan terpenuhi maka dirumuskan norma” dalm masyarakat.
4 pengertian norma :
1. cara(usage)
Merupakan suatu perbuatan individu dengan individu lain dalam hubungan bermasyarakat.
2.kebiasaan(folkways )
perbuatan yang di ulang-ulang dan memiliki kekuatan yang besar disbanding cara.
Ex : menghormati orang yang lebih tua.
3. tata kelakuan (mores)
kebiasaan yang dilakukan dan dapat diterima sebagai nama” pengatur dalam masyarakat
4. Adat kebiasaan (custom)
Terjadi dari tata kelekuan yang kuat integrasinya dengan pola keprilakuan masyarakat.
Pranata social
a. asosiasi yang teroganisir contoh keluarga, Negara, serikat buruh.
b. Institusi adalah bentuk aturan dan prosedur atau system
Macam” Pranata :
a. Pranata yang bertujuan memenuhi kebutuhan kehidupan kekerabatan
Ex: perkawinan, pengasuhan anak.
b. Pranata yan bertujuan memenuhi kebutuhan manusia untuk mata pencaharian hidup. Ex: pertanian, peternakan, perikanan,industri
c. Pranata yng bertujuan memenuhi kebutuhan ilmiah manusia. Ex:penelitian, pendidikan ilmiah
d. Pranata yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pendidikan . ex: TK , SD ,SMP,SMA,pesantren
e. Pranata yang bertujuan untuk rekreassi. Ex : Seni
f. Pranata yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan yang brhubungan dengan Tuhan.
g. Pranata yang mengurus kebutuhan jasmaniah manusia. Ex : pemeliharaan kecantikan, kesehatan.
http://charolynez.blogspot.com/2009/10/ilmu-sosial-dasar.html
Rahmarani Hakim adalah seorang anak perempuan yang dilahirkan pada tanggal 23 November 1993 di Jakarta tepatnya di Rumah Sakit Budi Satria. Dia lahir pada pagi hari tepatnya pukul 10.00 WIB dengan berat 2,3 kg dan panjang sekitar 28 cm.Orang tua dari bayi ini memberikan nama Rahmarani Hakim karena terinspirasi oleh cendikiawan politik yang sedang berbincang - bincang di televisi, tokoh tersebut bernama Rahmat Rani. Namun, dikarenakan bayi yang terlahir adalah perempuan sedangkan yang tokoh tersebut laki – laki maka Ayah dari beliau ini memberikan nama Rahmarani. Nama belakang Hakim yang diberikan oleh orangtuanya pun juga tersiratkan makna doa agar anak perempuan ini akan menjadi wanita yang bijaksana.
Bahkan apabila dalam Al Qur’an pun makna dari namanya adalah Rahma yang berarti pengasih, Hakim yang berarti bijaksana sedangkan dalam bahasa sansekerta Rani berarti ratu. Sehingga apabila di artikan secara keseluruhan nama tersebut menjadi ratu yang pengasih dan bijaksana. Sungguh nama yang begitu indah diberikan oleh Orangtua kepada anaknya. Tak lupa juga bahwa nama Hakim itu diberikan pula oleh ketiga anak beliau yang terdahulu, diantaranya adalah Lukman Hakim, Sofiawati Hakim, dan Arief Rahman Hakim dengan harapan anak – anaknya menjadi putra bangsa yang bijaksana.
Sebelum Rani, panggilan dari anak tersebut ada di kandungan, sang ayah berkeinginan untuk mengadopsi anak perempuan dari kakak si Ibu, namun atas permintaan orang tua dari Ibu itu atau tak lain adalah kakek dari bayi perempuan ini maka si Ibu pun memutuskan untuk hamil.
Semasa bayi perempuan itu masih dalam kandungan, banyak sekali peristiwa yang dialami oleh sang Ibu. Pertama, Ibu dari bayi itu tidak mengalami sakit perut saat ingin melahirkan anak tersebut. Kedua, Ibu selalu lemas dan lesu dan hanya mampu berjalan tertatih – tatih selama mengandung sang anak padahal si Ibu telah memenuhi kebutuhan pokoknya untuk makan makanan yang bergizi.. Ketiga, anak ini lahir dalam keadaan yang tidak biasa yakni dalam keadaan lipat pandan yang berarti bukan kepala yang lahir terlebih dahulu melainkan bokongnya atau orang – orang pada zaman itu menyebutnya “nyungsang”. Selain nyungsang, Bayi ini pun lahir pada bulan ke-8 masa kandungan dan merupakan bayi prematur. Akan tetapi, bayi ini dilahirkan secara normal tanpa operasi sesar dan sesuai dengan keinginan Ayahnya.
Saat masih bayi, ia dimandikan bukan dengan air melainkan dengan minyak selama satu bulan karena dilahirkan secara prematur sehingga kulit yang ia miliki belum tumbuh secara sempurna. Takjubnya lagi bayi bernama Rani ini tidak dimasukkan kedalam ruang inkubator layaknya bayi prematur lainnya dengan alasan dia banyak minum
Bayi itupun kian lama tumbuh makin besar. Di masa kanak – kanak dengan keceriaan layaknya anak pada umumnya. Pada Tahun 1997, Rani mulai memasuki jenjang pendidikan Taman Kanak – Kanak ( TK ) di TK Islam Asshabirin disaat umurnya masih berumur 4 tahun. Dia adalah anak perempuan yang masih lucu dan menggemaskan, tak ada tanda – tanda anak ini mengalami kelainan atau bahkan suatu keistimewaan sehingga putri kecil ini tumbuh secara normal.
Akan tetapi, sebelum ia memasuki TK, terlebih dahulu ia belajar di PAUD atau Pendidikan Anak Usia Dini yang berada di kelurahan sekitar rumahnya.
Pada Tahun 1999, Dia lulus dari Taman Kanak – Kanak tersebut dan melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi yaitu Sekolah Dasar ( SD ) di SDN Duren Tiga 05 Pagi tepatnya berada di Jalan Guru Alif, Duren Tiga, Jakarta Selatan. Sosialisasi bahkan perkembangan anak perempuan ini mengalami peningkatan yang signifikan. Pada saat masih kelas 1 SD, dia sangat cepat menangkap materi pelajaran yang diajarkan di sekolah dan akhirnya pada saat duduk di kelas 3 SD, Dia memperoleh peringkat satu. Suatu kebanggaan untuk salah satu putri bangsa Indonesia yang cukup berprestasi ini.
Pada tahun ajaran berikutnya, Rani menjadi murid yang cukup pintar, sesuai atas harapan orangtua dalam namanya, yakni ia tak pernah memperoleh peringkat dibawah 3 besar sampai gelar lulus SD ia raih dan pada saat ini pula ia pernah memperoleh gelar juara 2 untuk lomba mengarang tingkat SD se kotamadya.
Setelah ia lulus menempuh pendidikan Sekolah Dasar, ia melanjutkan pendidikan Sekolah Menengah Pertama di sekolah keinginannya yaitu SMP Negeri 43 Jakarta Selatan.
Disekolah itu, dia berkelakuan baik dan tidak pernah berbuat masalah. Bersosialisasi dengan lingkungan sekitarpun tak pernah ada hambatan.
Selama di SMP, Rani mulai senang menulis di buku harian yang ia miliki, semua ia ceritakan mulai dari cerita tentang masa pubertas yang dia alami di sekolah bersama teman lawan jenisnya, kehidupan bersama keluarganya, bahkan juga kepada guru – gurunya.
Sesungguhnya Rani bukanlah anak yang dapat dikategorikan sebagai anak yang telah terlihat bakatnya sejak kecil, namun akibat kegemarannya menulis buku harian itulah ia menjadi terbiasa akan tulis menulis.
Akan tetapi, terkadang bahasa yang ia gunakan untuk tulis – menulis masih kurang baik dikarenakan penguasaan kata – kata yang belum sempurna. Semasa SMP dulu, ia pernah berniat untuk membuat novel dengan inspirasi kehidupan remaja yang ia alami, mulai dari yang namanya pubertas yakni menyukai lawan jenis ataupun kehidupan remaja dalam masa peralihan yang membingungkan.
Selama di SMP, kehidupannya tidak terlalu istimewa. Prestasi yang diraih pun tak begitu memuaskan. Akan tetapi, pada saat kelas XI SMP Rani memperoleh nilai nem cukup memuaskan yaitu 34,80 dan akhirnya membawa ia untuk melanjutkan pendidikan di SMA Negeri 55 Jakarta.
Di SMA Negeri 55 Jakarta inilah, ia kembali menorehkan prestasi lumayan besar khususnya di kelas X berkat perjuangan kerasnya di SMP. Pada saat inilah, ia mulai mengenal dunia organisasi baik aktif dalam ekskul maupun MPK/OSIS.
Selain memperoleh hak pendidikan secara formal, ia pun juga pernah mengikuti berbagai kursus dan bimbingan belajar untuk memperoleh pendidikan secara nonformal.
Dia mencoba kursus di sebuah Masjid di bilangan Jakarta Selatan yang bernama Masjid Baiturrahim, Ditempat tersebut ia menimba ilmu bahasa Inggris bersama guru yang menurutnya sangat memotivasi. Guru itu bernama Miss Julie Rostina. Guru itulah yang hingga kini mampu memotivasi Rani untuk terus berkarya dan bermimpi besar karena keyakinan meraih mimpi itu telah ada didepan mata.
Kehidupan seorang anak perempuan bernama Rani ini biasa saja, tak ada banyak sesuatu yang istimewa. Selama ini, Dia selalu diajarkan untuk selalu mandiri dan bertanggung jawab. Bahkan ia memiliki sifat – sifat yang terbilang cukup positif walaupun setiap manusia pasti memiliki kekurangan dalam dirinya.
Rahmarani Hakim tidak hidup pada keluarga yang kaya namun ia hidup dalam lingkup keluarga sederhana, yang didalamnya hanya terdapat kasih sayang orangtua, kakak, ataupun seorang adik.
Rani lahir sebagai putri bungsu Akan tetapi, sang Ayah dan Ibunya tak pernah memanjakan Rani selayaknya orangtua yang memanjakan putri bungsunya.
Rani ini senang memiliki banyak teman dan sahabat dikarenakan sifatnya yang terbuka kepada orang lain, selalu humoris dan terlihat ceria. Bahkan sejak duduk di kelas 4 SD, rani pernah mempunyai sahabat bernama Parwati Cemplon, Norie Novria, Trifenna Yosepha, Bima Suryandri, Aris Dwi, dan Azharuddin.
Sedangkan pada saat berada di SMP, ia pun memiliki beberapa sahabat yakni Dwi Fefriany, Muhammad Haikal, dan Liya Nariyah. Sampai saat ini bahkan persahabatan Rani masih terus terjalin walaupun kadang jarak memisahkan mereka.
Bersama teman – teman seperjuangannya, ia selalu bersikap setia kawan karena menurutnya setia kawan adalah salah satu pemicu tumbuhnya rasa persahabatan yang kokoh. Menurut teman – temannya, Rani adalah seseorang yang mampu membuat orang – orang disekitarnya senang apabila ia sedang senang dan Rani adalah seseorang yang masih bisa dikategorikan orang yang moody atau melakukan sesuatu berdasarkan suasana hati yang ia alami.
Satu keistimewaan yang Rani lakukan pada saat ia duduk di bangku SMA, yaitu ia beserta kawan – kawan seperjuangan mendirikan sebuah komunitas kecil yang kreatif dan peduli lingkungan yang bernama ANKREPELI. Sesuai namanya, Rani belajar untuk menjadi wanita yang bijaksana dalam memimpin.
Di SMA, kiprahnya dalam organisasi cukup signifikan sehingga prestasi akademik yang ia peroleh mengalami penurunan yang cukup drastis, membuat Ayahnya agak sedikit kecewa. Akan tetapi, ia berjanji tidak akan mengulanginya lagi karena menurutnya hidup itu penuh tantangan.
Seorang ilmuwanpun tak semuanya yang berhasil karena prestasi akademik yang mengalami keberhasilan, akan tetapi mencoba dan mencoba lah yang membuat dirinya menjadi sukses dan berhasil.
Sesungguhnya Rani bukanlah hanya seorang figur remaja yang ada dimasa kini, namun ia berani untuk melakukan suatu perubahan besar menghadapi tantangan hidup dengan masalah - masalah yang dihadapi dalam setiap pengorbanannya di organisasi. Tak hanya di Organisasi saja, Rani pun rela berkorban demi kehidupan keluarganya yang kini cukup harmonis.
Selama ini, Rani selalu ingin fokus pada impiannya untuk melanjutkan pendidikan keluar negeri dan membuat suatu karya yang bermanfaat bagi masyarakat, karena menurutnya sebagai putra bangsa itu, kita harus mampu membawa nama bangsa kita atas bangsa lain.
Rani berasal dari keluarga asli Jakarta atau biasa disebut Suku Betawi. Layaknya keluarga betawi pada umumnya, maka Rani memiliki keluarga besar baik dari Ayah maupun Ibunya. Kehidupan spiritual Rani cukup kental akan nuansa Islam. Sehingga atas panggilan hati, dia mengenakan jilbab sebagai penutup aurat semenjak tanggal 01 Oktober 2009.
Kini Rani tinggal bersama kedua orangtuanya dan kedua kakaknya, sedangkan kakaknya yang pertama telah menikah dan memiliki kehidupan sendiri. Saat ini, hanya Rani lah satu – satunya dalam keluarga yang masih sekolah, sedangkan kedua kakak Rani telah bekerja dan kuliah di salah satu Universitas yang cukup terkenal.
Semasa SMA, Rani pun masih mencoba untuk menyalurkan hobi menulisnya, walaupun bukan dengan cara menulis buku harian, akan tetapi menggunakan blog secara online. Rani pun cukup mampu membuat puisi – puisi apabila hati dan perasaan yang ia miliki sedang ingin diungkapkan.
Mimpi – mimpi besar yang ia miliki mampu memotivasinya untuk lebih berkarya walaupun ia masih SMA.
Hingga saat ini, Rani benar - benar memiliki mimpi untuk pergi melanjutkan belajar di Luar Negeri. Semoga di umurnya yang masih belia, dia mempu mengukir sejarah prestasi putra – putri Indonesia dimata dunia Internasional, karena baginya bila ada kemauan yang kuat maka pasti akan banyak jalan.
Kehidupan bagi Rani adalah sebuah tantangan yang harus disyukuri dan dihadapi. Sehingga Rani selalu menghadapi hidup dengan apa adanya, mencoba untuk tidak mengeluh pada apa yang telah kita dapatkan.



